"Aku ingin begini, aku ingin begitu, semua dapat dikabulkan dengan kantong ajaib..." (ost Doraemon).
Wah seandainya semua orang punya kantong yang sama, maka dunia akan penuh dengan barang-barang tidak berguna dan dengan orang-orang malas yang kehabisan tenaga memuaskan keinginannya.
Yah begitulah keadaannya jika terlalu berlebihan dan tanpa batasan. BUkannya kebaikan tapi justru keburukan akan datang.
Mungkin kalau dibayangkan enak juga memiliki kantong ajaib yang memberi semua keinginan kita, tapi Tuhan itu kok ga begitu ya.
Kadang Tuhan tidak mengabulkan apa yang kita inginkan dan doakan bahkan yang menurut kita hal yang paling baik sekalipun, yang kita anggap kita mau berikan untuk kemuliaanNya.
Tuhan ternyata punya berbagai cara bahkan cara yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya. Dan rupanya cara Tuhan itu, jika kita pikirkan baik-baik, itu semua untuk kebaikan kita dan untuk memenuhi apa sebenarnya kebutuhan kita yang terdalam. Karena Dia tahu dan kenal kita bahkan ketika kita sendiri tidak menyadarinya.
Rupanya yang kita lakukan untuk kemuliaanNya jika terlalu berlebihan juga tidak baik. Karena Tuhan tidak menuntut pengorbanan kita untuk melayaniNya. Dia tidak meminta kita untuk menderita. Tidak sekalipun karena Dia telah berkorban dan menderita bagi kita. Dia hanya minta agar kita berada dalam Dia dan mengasihiNya. Menikmati indahNya relasi kita dengan Dia; dalam tangis dan tawa.
Apa yang nyaman buat kita selama ini, mungkin ia tidak inginkan. Karena kenyamanan ternyata menjauhkan kita dariNya. Sehingga ada kalanya Ia ijinkan hidup kita mengalami ketidaknyamanan. Dan Dia meminta kita untuk berada dekat denganNya...lebih mengenalNya melalui segala hal yang terjadi dalam hidup kita.
"Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu." Yoh 15:9.
Senin, 15 Juli 2013
Kamis, 27 Juni 2013
Kepentingan VS Kebenaran
Ternyata ketika berhadapan dengan kepentingan pribadi, setiap orang menjadi tidak peduli dengan orang lain dan tidak mau tahu lagi apa yang dialami pihak lain. 'Hantam' saja, asal kepentingannya tidak terganggu. Berbicara mengenai 'kepentingan' maka perbedaan antara benar dan salah bukan hanya menjadi abu-abu tapi bisa dihilangkan begitu saja, sungguh suatu hal yang ironis. Apalagi jika 'kepentingan' ini dihubungkan dengan kekuasaan, maka itu akan menjadi suatu 'kriminalitas' dalam bentuk yang tidak kasat mata. Betapa rendahnya orang-orang seperti ini. Seharusnya mereka menggunakan kuasa yang dari atas itu untuk membawa damai bagi semua orang bukan hanya untuk mempertahankan kedudukannya sendiri. Ujung-ujungnya benar yang dikatakan Tuhan Yesus pada Pilatus Yoh 19:11
Yesus menjawab: "Engkau tidak mempunyai kuasa apapun terhadap Aku, jikalau kuasa itu tidak diberikan kepadamu dari atas...
Berhadapan dengan orang-orang seperti ini, apa yang bisa kita lakukan untuk membela diri? (kembali kepentingan juga berbicara di sini). Jawabannya: tidak ada! Karena jika masing-masing tidak bertobat, suatu hari nanti kuasa itu akan diambil dari mereka dan akan diberikan pada orang yang tepat. Dan orang yang hanya berkutit pada persoalan kuasa, tidak akan tenang hidupnya karena seperti seseorang yang berbantah dengan yang KUASA. Seperti kisah Saul dan Daud.
Lalu bagaimana dengan orang yang 'dihantam' dengan ketidak-adilan? Orang-orang ini diperintahkan Tuhan untuk tidak membalas, karena pembalasan adalah hak Allah. Mereka hanya perlu bertahan dalam kebenaran bahkan sampai mati dalam keintegritasan mereka.
Tidak akan ada yang tahu bagaimana nasib orang-orang ini. Hanya yang Kuasa yang tahu; mungkin merekalah yang akan menerima kuasa dari atas. Atau mungkin juga mereka hanya menjadi orang pinggiran yang meneladani atau lebih buruk lagi menjadi seorang 'hukuman' dengan citra yang buruk tanpa dikenal. Tidak ada yang tahu.
Rm 14:12
"Demikianlah setiap orang di antara kita akan memberi pertanggungan jawab tentang dirinya sendiri kepada Allah."
Label:
integritas,
kebenaran,
kekuasaan,
kepentingan,
kuasa,
orang pinggiran
Langganan:
Postingan (Atom)
